Masih ada ya, orang di Jakarta seperti ini…

Sabaaar, … ternyata masih ada yach manusia macam begini yang harus berurusan dengan aku, saat aku tadi jemput Ay sepulang sekolah, motor varioku nyerempet mobil yaris, bemper depan kiri kena pullstep motor, aku angkat tangan saja, karena aku pikir itu srempet ringan paling lecet dikit, ternyata, setelah aku parkir dan jemput ay ke kelas, sampai aku mau jalan lagi itu semua makan waktu sampai setengah jam, eh ternyata saat aku disamping motor mau jalan, sopir mobil itu datang, menanyakan dengan pasti, dia pasti sudah “nggate’ki” kalau aku yang nyerempat mobilnya dan dia memang seorang sopir, dia bilang “saya sih nggak masalah pak tapi yang punya mobil nanti marah sama saya, bukan bapaknya tapi anaknya” intinya saya diminta bicara sama pemilik mobil dan sebagai jaminan dia minta ktp-ku, oke aku sih nggak masalah, memang harus tanggung jawab, tetapi ko Cuma masalah sepele aja minta tanggung jawab segala!
Setelah antar Ay pulang, sekalian berangkat kerja, aku datangi alamat yang dikasih si sopir tadi di Perumahan Puri, Jl. Kembang Indah I.7 No. 27, daerah rumah bagus², begitu aku pencet bell dan sudah melihat Toyota Yaris yg aku srempet tadi, pembantu bukain pintu pagar dan aku menunggu di luar sambil penasaran melihat seperti apa sih baretnya, ternyata aku sampai terheran-heran, hampir nggak kelihatan luka baretnya! Lalu si sopir keluar ditemani ibu yang punya rumah, si ibu terserah sama sopirnya begitu saya tanyain biayanya, padahal si ibu itu melihat sendiri kalau baretnya hampir nggak kelihatan hanya 2 titik kecil, masya Allah, ya ampun! Ada ya orang² seperti mereka, aku ngebayang seandainya kejadiannya tebalik, misalnya ada orang datang kerumah dan bilang kalau dia sudah menyerempet mobilku, ktpnya ditahan sopirku dan aku melihat baret mobilnya Cuma begitu, maka akan aku suruh sopir untuk mengembalikan ktpnya dan aku bilang nggak apa² nanti kita poles sendiri. Sudah selesai, kita akan dianggap orang yang bijaksana dan tidak membuat orang susah, apalagi aku datang dengan cerita kalau saat sedang menjemput anakku yang sekolah di Al-Azhar sama seperti tempat anaknya sekolah!
Akhirnya si ibu meyerahkan ke sopir urusannya, satu lagi “lho ko baretnya ditambah lagi di dekat fender, padahal setahuku pullstep motor saja bagian yg paling nenonjol yang memungkinkan untuk membuat lecet, sama sopir ditambahin luka di fender bagian bawahnya walaupun luka kecil tapi itu kan nggak jujur, akhirnya aku tawarkan untuk diperbaiki di bengkel rekananku di NagaMas, si ibu setuju, aku suruh sopir itu untuk membututi mobilku sedangkan ktpku masih dipegang dia!
Sampai di Nagamas aku temui Pak Imam, ngobrol sebentar aku jelaskan kalau tolong dibantu karena motorku tadi saat jemput anak sekolah nyerempet mobil ini walaupun lukanya nggak pantas dech untuk di komplain! Ternyata kata Pak Imam baret ini nggak bisa digosok aja harus di dempul tipis, dan disitu aku permasalahkan tentang kenapa kok jadi baret di fender dianggap akibat aku juga, secara logika kan nggak masuk akal, “tadi disana kenapa bapak nggak bicara begini?” kata dia. “iya kan disana saya nggak mau ribut² aja sama perempuan” aku bilang semua yang dia tunjuk perbaikannya aku bayar, tapi tolong pakai logika kan pullstep motor saya Cuma menyentuh ini, nggak mungkin secara bersamaan membuat lecet fender ini!!” sopir itu diam saja, tetapi tetap nadanya tidak bersahabat, yach okelah biar situ puas saya bayar ko komplainnya” ternyata menurut Pak Imam nggak bisa selesai satu hari bisa makan waktu 2-3 hari. Dempul dulu baru 2-3 hari dipoles dan di cat. Si sopir bicara sama ibunya, keberatan kalau sampai 2-3 hari karena mobil kan mau dipakai, saya bilang “kan mobil di dempul saja dulu satu jam kelar bisa dipakai dulu nanti 2-3 hari baru dicat” tetapi kata sopir, ibunya nggak mau terserah bapak aja mau bayar berapa mobil mau dibawa mau diperbaiki sendiri. Oke kalau begitu. Aku tanya Pak Imam biaya nya berapa kalau diperbaiki. Pak Imam menarik saya untuk bicara 4 mata, dia bilang jangan bicara di depan sopir dulu, pak Tommy mau bilang berapa biayanya, padahal tadi aku kasih kode tanganku kebawah, maksudnya jangan dikasih harga mahal kan dia juga mau betulin sendiri, akhirnya aku suruh bilang 200 ribu jadi biar aku tawar dan aku bisa bilang kasih dia 150 ribu saja, itu juga sudah kegedeean tapi biarlah, anggap saja beramal atau buang sial! Akhirnya aku tanya sama asistennya Pak Imam berapa biayanya di depan si sopir sambil berbasa basi aku tawar, dan aku putuskan untuk memberi ganti 150 ribu dia setuju, aku kasih uangnya dan dia kembalikan ktp ku terus selesai aku cuekin saja sambil aku melihat mobil toyota corolla yang sedang di rekondisi “Pak Imam, saya mau lihat mobil itu tuch” sambil bersama Pak Imam jalan menuju mobil tersebut dan sopir itu sudah kita anggap nggak ada aja! Aku ngobrol lama ngalor ngidul seputar mobil sama Pak Imam yang sebentar lagi pensiun mau jual bengkelnya dan mau istirahat pulang kampung ke Lampung.
Yach begitulah, hal yang aku hadapi hari ini, sangat tidak mengenakkan, aku bilang pada tuch sopir, “mobil saya dulu ditabrak motor sampai bempernya penyok parah, aku nggak ribut minta ganti, ini Cuma dua titik yang hampir nggak ketara, aku kira fibernya robek!”
Ya ampun, masih ada yach sopir dan tuannya sama aja, yach sudah relakan saja, lapangkan saja dada ini supaya kita tidak ikut kena penyakit mikirin problem yang nggak pantes untuk diperkarakan!

Advertisements

3 comments on “Masih ada ya, orang di Jakarta seperti ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s