Boleh nangis kok ….?!?


KISAH HARU-BIRU KELUARGA “SINGLE PARENT”

Disebuah desa yang terpencil, jauh dari keramaian dan
hiruk pikuk kota yang mengalami 4 musim yang selalu
mengintai kondisi kehidupannya. Hiduplah sebuah
keluarga yang terdiri dari anak dan ibunya…hanya
berdua di antara musim dingin pada saat itu. Anak
yang sebenarnya tidak diinginkan dan diharapkan untuk
bisa hidup bersama dan dibesarkan olehnya seorang
diri.

Memang kehidupan hedonis di masyarakat barat sudah
menjadi kebiasaan yang lumrah. Perzinahan dan
Kemaksiatan bukanlah suatu fenomena asing dan
melanggar hukum, bahkan dilindungi oleh HAM (Hak
Asasi Manusia) dan Liberalisme (Kebebasan), sehingga
mereka bisa melakukannya di mana saja sekehendak hawa
nafsu mereka, selama keduanya sepakat tanpa adanya
rasa malu. Namun ternyata meskipun kehidupan serba
bebas dan bernekaragam prilaku hedonis, satu hal yang
mereka takutkan adalah mengandung anak yang
“Kecolongan” dari aktivitasnya. Inilah awal dari
dampak buruknya hedonisme dan prilaku dari kebebasan
berekspresi.

Tingkat HIV/AIDS yang tinggi meskipun dengan memakai
pelindung”Kondom” tetap saja Allah memudaratkan
mereka akibat kehinaanya sebagai Manusia dan
prilakunya yang menghancurkan tatanan kehidupan
manusia di dunia.
Cathy, adalah salah satu wanita yang “Kecolongan”
akibat perbuat zinanya, sehingga ia tidak tahu siapa
bapak dari anak yang dikandung dan dilahirkannya.
Semakin tumbuhlah anak yang tidak diinginkannya,
dengan kebencian akibat kebebasan berprilaku sehingga
ia curahkan kepada anaknya dengan prilaku keras yang
sekarang beranjak 10 Tahun, sebut saja namanya Jane.
Kehidupan keduanya tidak pernah mengalami ketenangan
karena selalu ada masalah yang ditimbulkan dan
dipermasalahkan meskipun hanya sedikit. Namun Jane
adalah seorang anak yang sangat penurut terhadap
ibunya,..ia melakukan apa saja yang selalu di
inginkan dan diperintahkan oleh ibunya. Setiap pagi
Jane Selalu berjualan makanan kecil untuk memenuhi
kebutuhan keluarga, sementara ibunya hidup dalam
kefoya-foyaan.

Jane Berangkat setiap pagi dan harus kembali siang
hari, seandainya telat dan tidak mendapatkan uang,
maka punggungnya dah siap untuk dipukuli dan tampar,
bahkan dikurung digudang serta tidak dikasih makan,
(Dah berzina menyiksa pula). Itulah hari-hari Jane
yang selalu diliputi kemarahan, kesedihan,
keterpurukan, kegelisahan dan penderitaan yang tidak
pernah berujung.

Suatu ketika, Jane pergi berjualan seperti
biasanya….bagi Jane hari itu adalah hari istimewa
buatnya,…bukan karena ia mendapat suatu rizki yang
besar, namun ia menyadari bahwa hari ini adalah hari
ulang tahun ibunya. Hari itu ia bertekad untuk
menghabiskan jualannya agar uang yang didapat cukup
besar untuk membelikan sebuah kado kecil untuk ibu
terkasihnya meskipun ia selalu menderita ketika
berada di dekatnya.

Ibu yang baru pulang dari foya-foya dengan “teman
kencannya”, serontak kaget melihat anak yang
seharusnya menyiapkan makan siang, ternyata belum
pulang…spontan darahnya naik keubun-ubun dan panas
200 derajat, merah mukanya layaknya dibakar dengan
api amarah..”Dasar nih anak Iblis, jam segini belum
pulang malah main-main, bukannya pulang” sahutnya
dari mulut sampai berbusa. Kemarahannya semakin
memuncak ketika menjelang sore Jane belum pulang
juga, sungguh tiada terkira marahnya si Ibu. Akhirnya
ia punya cara yang paling efektif untuk menghukumnya,
“Biarkan ia tidur di jalanan” sahutnya sambil pergi
untuk berfoya-foya dengan “teman kencannya” sampai
besok pagi.

Salju terus turun, angin malam mulai menghampiri dan
dinginpun mulai masuk ke dalam pori-pori. Jane Pulang
dengan Riangnya, ia berharap ibunya akan membukakan
pintu agar ia bisa masuk kerumah dan menikmati
hangatnya selimut. Namun, Harapan tetaplah
harapan..ketika Jane sampai depan pintu, ia pun tidak
mendapati ibunya dan rumah dalam kondisi sepi. Jane
coba membuka pintu dan mencari kunci rumahnya
ternyata semuanya sia-sia belaka, malah dingin yang
semakin memuncak dan sangat menyengat, suhu
lingkungan mencapai 0 derajat celcius.
“Mungkin ibu sedang pergi sebentar, saya tunggu aja
..ah..”. pikirnya sambi tidur di depan pintu.
Keesokan harinya…ibu datang dengan
cerianya…maklum dapat kepuasan yang lebih habis
“kerja keras” tadi malam. Ia mendapati anaknya yang
sedang tidur di depan pintu.”Rasakanlah sekarang anak
iblis, kamu kedinginankan, rasakanlah”. katanya
sambil tertawa. Namun Jane, tidak bergerak
sedikitpun. akhirnya ibu itupun kesal dan
membangunkan dengan cara kasar..ditendang-tendangnya
tubuh mungil tersebut sambil berkata,”Bangun anak
iblis, bangun…” sahutnya sambil kesal. Namun, Jane
Masih belum bergerak juga. Kebingunganlah si Ibu
untuk membangunkannya. Dengan perasaan kacau dan
galau ibu pun berusaha mencoba membangunkannya, namun
semuanya sia-sia. Jane tinggal namanya..Ia meninggal
karena kedinginan dengan air mata yang membentuk
kristal dipipinya.
Ditangan yang membeku ia menggengam sebuah Liontin
Perak dan sebuah Pucuk surat yang tertulis rapi.
Isinya sebagai berikut :
Mama yang selalu dihati ini, maafkan anakmu ini yang
belum bisa membahagiakan mama, meskipun Jane selalu
berusaha untuk itu, ternyata di mata mama hanya
tampak kebencian dan kemarahan yang tak berujung
meskipun Jane tidak tahu dimanakah kesalahan Jane
ini.
Mama yang tersayang, mama masih inget ga hari ini
hari apa…???. ya…benar hari ini adalah hari ulang
tahun mama yang ke-40. Mama, Jane mohon maaf kemarin
agak pulang malem karena Jane ingin agar jualan
makanan Jane habis terjual dan mendapatkan uang yang
cukup untuk membeli kado kecil ini buat mama.
Mama yang terbaik, di dalam hidup ini Jane merasa
sendiri meskipun ada mama, namun Jane tidak merasakan
kehadiran mama dalam kehidupan Jane, Jane rindu
seorang yang menyayangi Jane selayaknya seorang ibu,
Namun Jane tidak mendapatkannya dari mama,..untuk itu
Jane ingin memberikan hadiah ini untuk sekedar
menaruh harapan agar Jane bisa melihat mama
tersenyum,dan bahagia. Selama ini Jane selalu
menganggap mama sebagai seorang terbaik dihati ini,
karena Jane tidak punya siapa-siapa lagi.
Mama selamat ulang tahun ya..mudah-mudahan mama
menyadari bahwa ada Jane yang selalu menyayangi mama
dan merindukan mama..sekian mama…
Sakit dan merananya hati ibu yang selalu menjadikan
amarah dan hawa nafsu menjadi sumber dari segala
tingkah lakunya. Hilang lenyap dunia yang ternyata
malah menghinakannya. Penyesalan yang tiada akhir
itulah akibat dari perbuatannya..”Menyesalpun tiada
gunanya”

Sahabatku…terkadang kita membenci seseorang yang
didalam hatinya terdapat cinta yang tulus.
Menghinakan orang lain padahal ia lebih mulia dari
kita, memburukkan akhlak seseorang padahal lebih baik
akhlaknya, ketulusan cinta ternyata hanya didapat
dalam diri yang tidak perlu di umbar kemana-mana,
Rasa Kasih sayang itu lahir dari hati yang tulus dan
suci yang menginginkan orang yang kita sayangi itu
bahagia dan selalu tersenyum dalam setiap hidupnya
meskipun diri kita menderita.
“Kebagiaan yang hakiki adalah ketika kita melihat
orang yang kita sayangi bahagia dan tersenyum”, maka
sahabatku bahagiakanlah orang yang terkasih diantara
kita dengan menjaga kehormatan dirinya.

(sudah cep cep nangisna ambil hikmahnya aja…)
sumber:
http://www.ikhwan-nul-islam.cybermq.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s